kalo kalian ada yang nggak nonton Rock In Solo 2011 ini ada sedikit liputan dari tetangga sebelah
Kalau ditanya tentang pagelaran musik cadas terbesar Jawa Tengah tahun ini, pasti semua
metalhead akan
menjawab secara berjamaah, Rock In Solo 2011! Setelah ditunggu-tunggu
oleh para pemujanya, akhirnya Rock In Solo 2011 kembali digelar pada 17
September 2011. Berharap lebih heboh dari acara serupa tahun sebelumnya,
Rock In Solo 2011 menggunakan empat panggung dan menampilkan 40 band
cadas serta
‘main course band’ nya menyajikan Oathean, Down For
Life, Burgerkill, Kataklysm, Death Angel. Menjadikan mereka sebagai
formula cadas tingkat dewa yang siap dikonsumsi.

Bertemakan
Heritage Metal Fest 2011, Rock In Solo memilih
Alun-alun Utara Solo sebagai arena eksekusinya. Bukan tanpa alasan lho,
panitia memilih tempat ini. Selain lokasinya yang strategis, Alun-alun
Utara dipilih karena di masa lalu, tempat ini digunakan sebagai
berkumpulnya Raja dengan rakyatnya. Nah, dengan mengambil filosofi itu,
Rock In Solo 2011 menjadi tempat berbarisnya para pasukan metal
dihadapan para punggawa cadas lokal dan mancanegara.
Para
metalhead terus berdatangan sejak pagi sampai sore,
mereka nggak mau melewatkan penampilan band-band lokal dan mancanegara
yang beraksi di empat panggung. Dengan ditemani teriknya matahari,
band-band seperti Extreme Decay, Raja Singa, Gigantor, Enforce, Deraged
dll, menambah panas
crowd untuk ber
headbang ria. Kawan, ada satu band yang menarik perhatian penonton. Ishtar, band asal Korea yang mengusung
genre thrash metal yang dicampur dengan perpaduan
gothic metal dan musik
orchestra, membuat band yang beranggotakan tiga cewek cantik serta 2 cowok ini terlihat unik. Saat malam menjelang,
crowd mulai sesak dijubeli metal militia berpakaian hitam. Tahu nggak kawan, nggak hanya didominasi para
metalhead cowok saja lho, banyak juga para
metalhead girl yang datang.
Wow!

Setelah jeda Magrib dan Isya, perhatian penonton mulai fokus ke
panggung A yang memang menjadi panggung utama di Rock In Solo 2011.
Oathean, membuka penampilan sajian utama malam itu. Walaupun band
melodic black
metal asal korea ini di beberapa menyanyikan lirik dengan bahasa asal
mereka, tapi nggak mengurangi rasa musik sehingga masih sedap buat
didengar. Setelah Oathean turun panggung, giliran Down For Life unjuk
gigi. Band asli Solo ini memang sudah ditunggu oleh ratusan ‘Pasukan
Babi Neraka’ (sebutan untuk fans Down For Life). Hentakan musik metal
khas Down For Life ditemani
moshing serta sengkarut saling
sikut para penonton membuat suasana malam itu semakin asoy! Tahu nggak
kawan, Adjie sang vokalis ternyata salah satu orang pencetus dibalik
lahirnya
metalfest Rock In Solo ini.
Sudah siap buat aksi band berikutnya, kawan remaja? Yes,
please welcome…Burgerkill!!! Band asli Ujungberung, Bandung, yang sudah malang melintang diberbagai
metalfest
dan pertunjukan dunia seperti yang tercatat adalah Soundwave 2009 dan
Big Day Out 2010. Berpredikat sebagai band cadas berkekuatan paling
‘berbahaya’ di Indonesia, Burgerkill yang beranggotakan Vicky (vokal),
Eben (gitar), Agung (gitar), Ramdan (bass) dan Andris (drum) membawakan
lagu-lagu maut yang menyebarkan ‘racun’
headbanging, moshing serta
stage diving. Mulai dari
Age Of Versus, Under The Scars, Through The Shine dan
Penjara Batin sukses mengetarkan tanah Solo. Lagu selanjutnya sperti
Shadow Of Shorow, House Of Green, dan
Darah Hitam Kebencian
menutup penampilan Burgerkill yang dinyanyikan dengan penuh tenaga dan
penghayatan, dan sungguh ini membuat bulu kuduk merinding.

Kawan, tanpa diduga Walikota Solo bapak Joko Widodo datang ke Rock
In Solo 2011. Dia mendukung acara ini secara total. Kataklysm, menjadi
penampil keempat di Rock In Solo 2011. Band yang terbentuk pada tahun
1991 di Kanada ini mengusung musik deathmetal ala Kataklysm yang
terkenal cepat dan brutal. Band yang baru pertama kali berakasi di
Indonesia dan langsung singgah di Solo ini. Bahkan sang vokalis,
Maurizio Iacono terkesan dengan para
metalhead yang menonton
aksi mereka yang seakan mempunyi energi super untuk terus berdansa rasa
metal tanpa kenal lelah. Hingga saat ini Kataklysm sudah mempunyai 10
album, dengan album terakhir yang mereka rilis pada 2010 lalu,
‘Heaven’s Venom’.

Sekitar jam 11 malam
, headliner yang sudah di tunggu
akhirnya unjuk gigi. Death Angel, kawan! Yeaaaah! Begitu serdadu Death
Angel yang asal Bay Area San Fransisco ini naik panggung, tanpa
dikomandoi teriakan langsung terdengar disusul dengan kepalan tangang
khas metal dari para penonton. Cuma butuh sepetik raungan distorsi gitar
Rob Cavestany dan Ted Aguilar, sepercik gebukan drum Will Carroll ,
serta cabikan bass Damien Sisson, oh…
total beautiful chaos langsung tercipta.
Moshing, stege diving, Slamdancing, headbanging! Whatever you name it!
Serangan musik trash metal yang cepat dan rapat serta vocal Mark
Osegueda membuat adrenalin semakin terpacu. Dari deretan paling depan
sampai hampir paling belakang bergoyang liar penuh semangat. Death Angel
menghantam panggung tanpa ampun dengan deretan lagu andalan mereka
seperti
Evil Priest, Buried Alive, Mistress of pain, Claws In So Deep dan
Seemingly. Di
setiap jeda antar lagu Mark nggak capek-capeknya mengucapkan terima
kasih kepada para metalhead yang datang dan nggak lupa meneriakan Solo
dengan lengkingan suaranya yang khas. Lewat tengan malam, sekitar jam
setengah
dua
, Death Angel menutup aksi meraka dengan 3 lagu
encorenya.
Ada yang seru nih kawan, sang drummer Will Carroll sempat melempar
salah satu simbal drumnya ke penonton sebagai kenang-kenangan dari Death
Angel.

Dengan sound panggung yang bagus, susunan jadwal yang tertata rapih, serta para pengisi acara yang benar-benar
amazing, membuat
metalfest Rock In Solo 2011 benar-benar memanjakan para
metalhead
serta memasukan Rock In Solo sebagai acara metalfest besejarah di
Indonesia. Kalau SID bilang Kuta rock city, Suara Remaja bilang Solo
metal city . Sampai jumpa di Rock In Solo 2012, kawan!
[
SuaraRemajaMerdeka]