Hail.. hail.. teman - teman semua apa kabar?.. semoga baik-baik aja dan bisa ngaceng di pagi hari(hehehe).. Yup saya akan sedikit kasih info tentang acara musick / extreme musick yang ada di kota karawang ini.. Di minggu ini ada sebuah acara sekaligus menghormati salah satu band pioner thrash metal dari brazil "SEPULTURA", bukan mereka yang akan datang ke karawang tetapi acara ini dinamakan "A Tribute To Sepultura" dimana band-band yang tampil bisa bernostalgia bersama lagu-lagu mereka yang sudah jadi legenda di kancah musik metal dunia, acara ini yang rencananya akan di selenggarakan hari sabtu 16 Maret 2013 juga ada performance dari teman-teman band Karawang, Jakarta dan sekitarnya seperti Dramatical Misery, Nerro, Bloody Anus, Kolobos dan lain-lain.. dan rencananya mereka akan memuntahkan beberapa lagu dari sepultura yang di aransemen ulang oleh band masing-masing.. so jadi buat kalian yang mau datang silahkan, sekalian berkumpul dan bersilaturhami bareng teman-teman kita, karena acara ini tidak di pungut biaya a.k.a Gratisss..!!
Thursday, March 14, 2013
Wednesday, February 27, 2013
MADNESS MANIAC KINGDOM
Sebuah acara rutin bulanan yang di adakan oleh Madman group, memanjakan metalhead Bali. Acara ini juga sering mendatangkan bintang tamu dari beberapa band terkenal misalkan Dark Funeral, Hate Eternal, dll.
Sebuah acara kecil namun menarik, dikemas secara apik oleh kawan-kawan dari Eternal Madness. Salute buat mereka yang selalu dapat menjaga dan memelihara keutuhan sebuah scene metal.
Dalam kesempatan ini, Madman akan menyelenggarakan lagi pada tanggal 03 maret 2013
MADNESS MANIAC 'KINGDOM'
Minggu, 3 Maret 2013
Katulebo Moshpit Area, Sanur - BALI
Feats:
Devoured (jogjakarta)
Eternal Madness
Dying Inside (subang)
Durhaka
Taring
Delirium
Flower Flesh
Morgue
Goblin
Omorphos
FDC : IDR 25.000 (small anker beer)
Ticket Box:
- Bali Metalheads
- Dark Kingdom Store
- Deformed Store
Madness Maniac Official Fanspage
Wednesday, September 26, 2012
Sunday, December 25, 2011
Hammersonic Festival Siap Digelar di 2012
Jakarta – Revision Entertainment kembali menggelar event terbesarnya yang bertajuk Hammersonic, sebuah festival musik metal yang diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara siap digelar oleh promotor Revision Entertainment pada hari Sabtu, 28 April 2012.
Acara yang akan digelar tidak lama lagi ini akan menghadirkan beberapa band metal legendaris internasional dan nasional telah dikonfirmasi untuk tampil di festival tersebut. Mereka antara lain adalah D.R.I. (AS), Suffocation (AS), Nile (AS), Psycroptic (Australia), Impiety (Singapura), Chtonic (Taiwan), Burgerkill, Deadsquad, Seringai, Death Vomit, Death Vertical, Sucker Head hingga Dreamer.
Sampai dengan saat ini masih ada beberapa band yang masih dalam tahap negoisasi dengan pihak prmotor untuk mengisi headliner dan co-headliner di festival Hammersonic. Selain itu juga untuk tempat dan harga tiket Hammersonic ini masih belum diketahui karena pihak promotor masih dalam tahap penyelesaian.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan penggemar musik metal terbesar di dunia sampai sekarang belum memiliki festival yang mampu mewakili negara ini di tingkat internasional, mudah-mudahan Hammersonic nantinya dapat menjadi Wacken di Asia Tenggara,” jelas Ravel Junardy, selaku promotor dari Revision Entertainment, Seperti yang dikutip RS Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Hammersonic silakan mengunjungi situs resmi mereka di sini, www.hammersonic.com atau follow akun Twitter @HammersonicFest.
EXHUMED: exclusive live download from Maryland Deathfest 2011
![]() |
Goregrind legends EXHUMED played their first U.S. show in over six years at the 2011 edition of the Maryland Deathfest and thanks to NPR, the set -- in all its uncensored glory -- is available for your consumption at THIS LOCATION.
EXHUMED released their All Guts, No Glory full-length earlier this year via Relapse Records. The record continues to reap critical acclaim from fans and critics nationally and has left it's grisly mark on multiple Year End lists including Decibel, Pitchfork, NPR.org, MetalSucks and Skulls N Bones!
Said vocalist/guitarist menace Matt Harvey: "2011 has been a great year for the band. We've had a killer time scraping off the rust on the gore metal machine and getting back on the road and partying with necromaniacs all over the place. It's amazing how many people have enjoyed our racket and have actually said nice things about our record -- sometimes even in public! We have a lot of shit planned for next year and we're chomping at the bit to continue subjecting the universe to more of our god awful noise! See you on the road...or at the bar. Play fast or die, dudes. Cheers!"
As previously announced, EXHUMED will be showering Brazil with their infernal live rituals this Winter with Aborted. This will mark the band's first time ever in the country.
EXHUMED w/ Aborted
2/17/2012 Music Hall - Belo Horizonte, MG
2/18/2012 Hangar 110 - Sao Paulo, SP
2/19/2012 Hangar Bar - Curitiba, PR
2/20/2012 Bar Opiniao - Porto Alegre, RS
http://www.facebook.com/ExhumedOfficial
http://www.myspace.com/exhumed
Thursday, October 27, 2011
Wednesday, October 12, 2011
Dreaming Dead Siap mengeluarkan Album barunya “Midnightmares”
California Death Metal trio Dreaming Dead telah siap mengeluarkan album barunya yang sudah sekian lama di tunggu-tunggu, dengan tajuk “Midnightmares”. Lanjutan dari album sebelumnya tahun 2009 “Within One”. Masuk rekaman dari bulan Juni hingga September tahun ini. Semua gitar dan bass di rekam di studionya sendiri di Downtown Los Angeles, sementara drum dan vocal di rekam di Architeuthis Sound. Dan hasil akhir tidak kekurangan yang berarti. Midnightmares menawarkan hingga sembilan lagu death metal crushingly.. yang di pimpin oleh vokalis sekaligus pendeta gitar Elizabeth Schall.
Dreaming Dead terus memantapkan puncak karirnya di dunia metal. Dreaming Dead bermain dengan presisi yang lebih besar dan menawarkan pengalaman musik yang lebih dalam dan lebih provokatif. Sebagai bonus tambahan, Midnightmares cover art oleh seniman metal terkenal Travis Smith, yang dikenal untuk bekerja Di record-record metal dan sudah banyak mengeluarkan artwork seperti Sadus, Katatonia, Opeth, King Diamond dan masih banyak yang lainnya.
Komentar Schall and Mike Caffell (drums, vocals), tentang rilisan terbaru: "With Midnightmares, we wanted to record an album based around the concepts of night and, obviously, nightmares. We shaped our lyrics as such, and wrote music to capture both the violent, chaotic nature of dreams and the quiet tranquility of the night. We also crafted the album to flow as a whole, symbolizing the progression of an evening into night, and then into dawn; as if the songs couldn't exist without one another. And, yes, we're still bringing the speed and brutality."
Midnightmares Track Listing:
1. Wake
2. Corpse Mountain
3. Overlord
4. Exile
5. In Memoriam
6. Lapse
7. Into The Depths
8. Midnightmares
9. Departure
2. Corpse Mountain
3. Overlord
4. Exile
5. In Memoriam
6. Lapse
7. Into The Depths
8. Midnightmares
9. Departure
Beranggotakan Schall, Caffell and bassist Juan Ramirez telah diasah karakteristik pendengaran mereka oleh black metal, death metal, dan thrash metal secara nasional selama empat tahun terakhir, bermain di berbagai panggung dengan band-band seperti Morbid Angel, Nile, Immolation, Krisiun, Monstrosity, Master dan Dying Fetus. This Midnightmares-era sees DREAMING DEAD sowing the seeds of such time spent on the road, and those picking up the new album or catching the band live will no doubt be struck at how much further DREAMING DEAD have taken their groundbreaking metal stylings.
Midnightmares akan dirilis pada tanggal 31 Oktober 2011 sebagai download digital melalui website resmi band.
Dalam berita terkait, baru-baru Schall demoed baru Roland CUBE-80XL amp. Jika Anda melewatkan untuk pertama kali, check out video:
Saturday, October 8, 2011
MTV Akan Prosesikan Konser METALLICA Untuk Pertama Kalinya Di India
METALLICA untuk pertama kalinya akan manggung di
India dan kesempatan langka ini juga bakal dimanfaatkan MTV India
bekerja sama dengan F1 Rocks plus durasi satu setengah jam tentang
sejarah METALLICA seminggu setelah konser berlangsung.
| Metallica |
F1 Rocks dan MTV memang sudah bekerja sama untuk mengorganisir
beberapa konser besar di seluruh dunia dengan band-band yang sudah
diselektif dari hasil voting online.
“Penonton MTV mencapai 130 juta orang di seluruh dunia dan 40 juta
diantaranya menyaksikan dari rumah. Dan ini kesempatan besar bagi MTV
untuk menayangkan konser yang paling ditunggu di India juga sebagai
kaitan kerja sama kami bersama F1 Rocks. Konser METALLICA ini
akan meningkatkan perekonomian di India dan ini bagus untuk negara
berkembang seperti India,” ujar Aditya Swamy yang menjabat sebagai
kepala saluran MTV India.
“Bulan Oktober nanti kami akan tampil di India. Ini akan sangat
menarik karena di pikiran liar kami, kami sendiri tidak pernah
memikirkan tempat ini sebelumnya. Ini penghargaan untuk kami karena kami
merasa akan menjadi bagian scene musik mereka bersama para fans di
India,” ujar bassist Robert Trujillo ketika diinterview majalah Inland
Empire Weekly bulan April lalu.
Sedangkan sebagai promotor acara ada DNA Entertainment Networks, yang
pamoritasnya memang sudah diakui dunia karena berhasil menangani
beberapa nama besar seperti IRON MAIDEN, MEGADETH, dan beberapa lainnya untuk tampil di satu negara.
[berontakzine.com]
Jihad Mulai Cicil Materi Album Baru
SETELAH ENAM TAHUN, JIHAD MULAI MENYIAPKAN MATERI UNTUK ALBUM BARU.
KABAR sentosa buat Krueger Lover. Setelah lama tak
masuk studio rekaman, Jihad mulai mencicil materi untuk album baru pada
Oktober ini. Jika tidak aral, album baru Jihad sudah bisa menghajar
gendang telinga pada awal tahun depan.
Meski namanya berkibar kencang, Jihad tergolong kurang produktif
dalam merilis album. Sejak didirikan paa 1999, mereka baru mengeluarkan
dua album yakni Besok Kiamat (2002) dan Strategi Setan
(2005). “Jeda terlalu lama tidak mengeluarkan album kurang baik juga
buat sebuah band. Sebab bagaimanapun album adalah salah satu bukti
eksistensi sebuah band,” tutur Kancil saat ditemui di markas Serak Inc
di bilangan Jalan Cihampelas.
Untuk album baru tersebut, Jihad sudah menyetok delapan album. Dan
kemungkinan besar merasa tidak akan mencari materi tambahan. “Album
pertama sepuluh lagu. Demikian juga album kedua. Tapi, album yang
sekarang kemungkinan besar akan berisi delapan lagu. Jika dipaksakan
harus sepuluh lagu, kami khawatir materi tambahan itu tidak maksimal,”
tambah Kancil.
Tuesday, October 4, 2011
Tandang Makalangan
LEBIH luas, terjangkau, dan masih berada di Bandung.
Itulah alasan yang dianggit panitia saat memilih Lapangan Pussenkav
Kavaleri, Jalan Turangga, Bandung, untuk menggelar gigs multigenre
Tandang Makalangan. “Kita ingin mencari alternatif supaya gigs tidak
terus-terusan digelar di Cimahi. Katanya sih Lapangan Kavaleri siap
terbuka untuk teman-teman yang ingin menggelar acara,” tutur Fajar dari
Our Prove.
Untuk beberapa hal, Lapangan Kavaleri memang memiliki kelebihan
dibanding Yon Armed. Yang paling utama tentu saja letaknya yang di
tengah kota. Namun, Our Prove selalu penggagas acara juga tidak asal
pilih tempat. Mereka sangat memperhitungkan segi keamanan.
Lalu, kita tengok apa yang bakal tersaji di panggung Tandang
Makalangan? Our Prove tampaknya sadar betul dengan komposisi line up.
Mereka menggandeng setumpuk band dengan bermacam genre. Mulai dari
generasi Impish, Injected, Captain Cook, sampai Divinity dan Kids on
Radio.
TANDANG MAKALANGAN
TEMPAT
Lapangan Pussenkav Kavaleri
Jalan Turangga
Lapangan Pussenkav Kavaleri
Jalan Turangga
WAKTU
Minggu, 9 Oktober 2011
Pukul 09.00 – selesai
Minggu, 9 Oktober 2011
Pukul 09.00 – selesai
LINE UP
Impish
Injected
Buckskin Bugle
Blind To See
Power Punk
Captain Cook
Nothing New
Restrain
Saffar
Dismurder
Total Kontra
Dark Terror
Justa Life
Depravity Savage
Tears Of Joy
Minor Disturbance
Kids On Radio
Power Oxy
Kripik Kentang
Sad Story In Sunday
Divinity
Impish
Injected
Buckskin Bugle
Blind To See
Power Punk
Captain Cook
Nothing New
Restrain
Saffar
Dismurder
Total Kontra
Dark Terror
Justa Life
Depravity Savage
Tears Of Joy
Minor Disturbance
Kids On Radio
Power Oxy
Kripik Kentang
Sad Story In Sunday
Divinity
HARGA TICKET
Pre-sale Rp 20.000
On the spot Rp 25.000
Pre-sale Rp 20.000
On the spot Rp 25.000
Monday, October 3, 2011
Obscura; Menghujam Kota Jakarta
Antiklimaks para pecinta musik cadas terpuaskan dengan datangnya
band technical death metal asal bayern germany, OBSCURA yang sedang
menaklukan beberapa kota di indonesia dan tempat pertama yang mereka
jajah adalah marios place yang berlokasi di cikini, Jakarta.
Band yang digawangi Christian Muen ( gitar ) Hanes Gross ( drum )
Steffen Kummerer ( guitar, vocals ) dan Jeroen Thesseling ( bass ) akan
menjajah kota Surabaya ( 30 – 09 – 11 ), Medan ( 10 – 10 – 11 ), dan
Makassar ( 02 – 10 -11 ).
Obscura tampil sekitar pukul 9 malam dengan “Septuagint” yang
menjari track pembuka, acungan 2 jari dengan teriakan lantang dari para
metalhead yang datang malam itu membuat ke empat personil Obscura makin
sadis dengan dibawakannya “The Anticosmic Overload” slam dan body
contact terlihat jelas di depan stage, Stefeen yang bertugas sebagai
gitaris dan vokal terlihat sangat piawai memainkan gitar berdawai 8,
jari yang bebas menari dengan raungan vokal yang ganas juga di imbangi
oleh Christian yang membius dengan gitar berdawai 7. technical tingkat
tinggi.
Sekitar 9 lagu mereka bawakan dengan tanpa ampun, seperti
“Incarnated”, “Vortexomnivium”, “Ocean Gateaways”, “Euclidean Element”,
“Centric Flow,” mampu membuat semua metalhead yang datang malam itu
terbelalak menyaksikan aksi 4 panser yang tanpa ampun membantai marios
place malam itu, sound yang dihasilkan cukup mendukung, dan sesekali
sang vokalis mengajak bertanya tentang album baru morbid angel yang (
ancurrrr ).
Dalama penampilan mereka tidak lupa pada penghujung acara aksi drum
solo juga menjadi persembahan apik saat encore metalhead untuk lanjutan
aksi mereka, permainan yang ditunjukkan Hannes Gros yang pernah
memperkuat Necrophagist ini memang luar biasa, ga ada capeknya kayanya
nih orang.
“The Orbital Element” dan “Universe Momentum” menjadi lagu terakhir
mereka malam itu, walau tidak seperti band – band metal lain yang biasa
membawakan sekitar 15 lagu tapi sedikit lagu yang mereka bawakan dengan
mampu memberikan kepuasan malam itu, dan juga tidak salah dengan band
jakarta yang di daulat untuk menjadi band pendamping malam itu, Revenge
tampil fantastis, aksi dari RB, Bindra, Akbar, Awe dan juuga raja
sangat membantu menrikan pemanasan telinga, terutama sang drumer Akbar
yang cukup mencuri perhatian, permainan yang cepat dan rapat.
Sang promotor MAQNET yang di komandoi mr Adhi ini memang tidak sia –
sia mendatang kan OBSCURA yang memang baru pertama kali datang ke
jakarta, sukses untuk kota-kota yang akan menjadi saksi band asal negeri
panser german ini. \m/
Monster Of Legend; Guncangan yang Hebat di Bulungan
Jakarta
25 September 2011 adalah kemarau terpanas di daerah Jakarta tepatnya
di kawasan out door Bulugan. Panas terik matahari bulan September
berbaur dengan 20 ribu watt tegangan tinggi sound system yang
menendang-nendang kuping para metal head hari itu dalam event “MONSTER
OF LEGEND” yang diadakan oleh BMQ Production.
Acara yang menurut rundown mulai pukul 11 siang molor hingga jam jam
1 kurang, bahkan band bekasi ASPHYXIATE sudah berada di lokasi jam
7.30 pagi untuk sound check ( kangan sama bulungan kali ya..?? ) untuk
beberapa band yang tampil di acara ini memang tak semuanya terlihat
maksimal, sound yang pilih – pilih menjadi hal yang sering di temui di
setiap event lokal, ABABIL yang saat tampil lebih dominan ke vokal
ketimbang yang lain, tapi berbeda telak saat RITUAL DOOM tampil, sound
yang dihasilkan dari band old school ini terdengar garang, gempuran dari
semua aspek alat hingga vokal arie juga dahsyat.
THRASHLINE, band pecahan personil lawas betrayer ini tampil dengan
trademark mereka, bentangan garis kuning hitam terkait di front stage
dan animo penonton yang datang juga cukup bagus, area yang hampir di
padati dari beberapa daerah juga terdengar riuh, efek dari band doom
gothic metal lawas asal kota Surabaya yaitu TOTAL TRAGEDY yang malam itu
tampil sebelum JASAD, ASPHYXIATE tampil sebelum jeda magrib, sayang
saat lagu awal mereka harus keteteran dengan sound yang kurang berpihak
hingga mereka lanjut setelah magrib barulah sound mereka cukup terasa
ganas.
DREAMER tampil dengan musik yang beda setelah di hajar oleh band
brutal, mereka tampil dengan simpony dengan tempo yang selalu berubah –
ubah begitu juga dengan band asal surabaya TOTAL TRAGEDYyang lama yang
berbahaya, dengan musik yang berbeda dan penguasaan panggung yang apik
mereka tampil memukau dan acara di tutup dengan penampilan band
bandung JASAD, jangan di tanya soal band yang satu ini, drumer baru
mereka cukup menyita perhatian, sama seperti ASPHYXIATE yang juga tampil
dengan drumer baru, JASAD tampil apik dan juga total, sound yang
terdengar nyaman di telinga.
Setiap band yang tampil memainkan semua karya andalan mereka dengan
sangat baik, maximal dan powerfull. Bulungan tidak berhenti berguncang
dari siang hingga malam dan semua metalhead terlihat puas juga terhibur
atas performa dari 14 monster-monster yang menggasak keras, cepat dan
padat.
Walau sedikit tragis karena setelah event Rock In Solo lagi-lagi
Indonesia dilanda Terror bomb. Sebuah situasi yang berdampak negative
dan mampu menghambat laju perkembangan komunitas metal di Indonesia.
Himbauan damai juga tidak bosan-bosan disampaikan dari Alay Error yang
menjadi MC di acara Monster Legend kemarin untuk mengkedepankan “Keras
tapi bukan kekerasan”.
Komunitas yang kecil akan menjadi besar tergantung kita yang ada
didalamnya. Semoga Gejolak music metal tanah air akan terus bisa jaya
dari generasi ke generasi dan melahirkan monster-monster baru yang akan
menjadi legend untuk masa yang akan datang.
sukses untuk BMQ yang telah berhasil melaksanakan gelaran di outdoor bulungan. hellyeah!
Godless Symptoms Tak Akan Pernah Berhenti
DISTORSI. HANYA ITU YANG MEREKA YAKINI. DAN MALAM ITU,
GODLESS SYMPTOMS MENGUCAP IKRAR TAK AKAN PERNAH BERHENTI MENEBAR SUKA
CITA LEWAT DISTORSI YANG MEREKA YAKINI.
SEKALI lagi, kata anjing bertebaran sekerap hilir
mudiknya oksigen ke lubang tenggorokan dan paru-paru dari mulut seorang
MC bernama Reggi Kayong. Dan mudah diterka, itu adalah tengara bahwa
sebuah pesta tengah digelar. Bukan sekadar pesta hura-hura tanpa makna,
melainkan pesta penanda delapan tahun eksistensi sebuah band bernama
Godless Symptoms.
Delapan! Hitungan ini jelas tidak seberapa jika dibandingkan bilangan
umur dunia ini. Tapi, bagi sebuah keluarga bernama Godless Symptoms,
bilangan delapan memiliki sejuta makna. Sebab, delapan bundel kalender
buat mereka adalah tetesan keringat dan perjuangan. Karena itulah,
mereka merasa harus menandai milad kedelapan dengan sebuah perayaan
sederhana namun bermakna.
Malam itu, di sebuah tempat kecil bernama Rogers Café, Godless
Symptoms tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik bagi kerabat yang
datang untuk sekadar mengucap selamat. Godless Symptoms juga telah
menebar spirit bagi siapa pun yang sampai detik ini menjejakkan kaki di
atas tanah bernama scene Bandung Underground. “Dan kita tidak akan
pernah berhenti di sini,” teriak Barus dari balik corong mikropon.
Ahhh… melihat apa yang berlangsung di ruang redup Rogers Café malam
itu rasanya kita tidak lagi memerlukan tempat seperti Yon Armed atau
venue lain yang untuk menebusnya kita harus melakukan banyak hal, mulai
dari ritual makan kembang sampai menyayat urat nadi sendiri tanda kita
siap mengabdikan nyawa untuk sebuah frasa bernama ketertiban umum.
Seperti mafhum apa yang harus dilakukan, Godless Symptoms rupanya
telah menyiapkan tidak kurang dari selusin resital untuk menjamu saudara
yang datang ke perayaan delapan tahun eksistensi mereka di musik bawah
tanah kota ini. Begitu corong mikropon tuntas dimaki-maki gerombolan
Eyefeelsix — lalu kemudian sebentar berada di tangan Butche Mario dan
Gebeg yang melakukan battle sarkasme nan memikat, Godless Symptoms
langsung menggebrak dengan nomor Tak Ada Bendera Putih.
Jangan pernah membayangkan kegilaan apa yang berlangsung di atas
lantai Rogers Café begitu lagu Tak Ada Bendera Putih . Sebab, kapasitas
imajinasi kita mungkin tidak akan sampai untuk bisa menggambarkan
kegilaan tersebut. Kegilaan itu hanya bisa dirasakan.
Seluruh pengunjung yang hadir malam itu mungkin tak akan pernah
menggubris lagu apa yang dibesut Godless Symptoms. Toh, mereka hadir ke
Rogers Café malam itu bukan semata-mata untuk mendengarkan lagu.
Melainkan lebih dari itu. Maka tak heran bila Ritus Penutup, Dominasi
Zombie, Rusak Bumi, Ratakan Tirani, dan Arogansi, seperti memiliki makna
sama buat seluruh pengunjung. Seluruh lagu adalah kegilaan.
Terlebih lagi ketika dua kata mengelupas dari lidah barus: Kerajaan Ilusi. Saat itulah kegilaan seperti hendak mencapai ajal. Namun, Kerajaan Ilusi ternyata tidak menjadi rajah dominan malam itu. Flower City dan Kuya Ngora justru yang jadi anthem pengikat. Rasanya kita tidak akan pernah menyaksikan di gigs lain sebuah lagu sampai dibawakan tiga kali.
Terlebih lagi ketika dua kata mengelupas dari lidah barus: Kerajaan Ilusi. Saat itulah kegilaan seperti hendak mencapai ajal. Namun, Kerajaan Ilusi ternyata tidak menjadi rajah dominan malam itu. Flower City dan Kuya Ngora justru yang jadi anthem pengikat. Rasanya kita tidak akan pernah menyaksikan di gigs lain sebuah lagu sampai dibawakan tiga kali.
Pengunjung rupanya masih memiliki spirit tempur segunung ketika
Godless Symptoms mengumandangkan Anjing Iblis sebagai rajah pamungkas.
Mereka pun memaksa Barus dan kawan-kawan tetap berada di stage. Tak mau
mengecewakan saudara, Godless Symptoms pun kembali membawakan ulang
Flower City dan Kuya Ngora sekali lagi. Ternyata itu tidak cukup.
Pengunjung masih meminta lebih. Dan Godless Symptoms pun kembali
menghajar Kuya Ngora.
Hari ini 46 tahun lalu, negera kita mengalami revolusi. Tapi malam
itu, Godless Symptoms menggelar revolusi sendiri. Wilujeng milad,
Godless Symptoms!
Thursday, September 29, 2011
Jakarta Noise Fest #3
Wasted Rockers mempersembahkan
“Jakarta Noise Fest #3″
with:
01. MALAIKAT DAN SINGA [Olympia, Washington, USA]
Bekas personil band Old Time Relijun yang kini bersolo karir. Arrington De Dionyso sejak tahun 2006 sudah merilis empat buah album di bawah “the legendary” K Records, yang dua di antaranya total memakai Bahasa Indonesia, yakni Malaikat dan Singa (2009) dan Suara Naga (2011). Sejak tahun 2009 Arrington tampil dengan nama panggung / maupun nama band Malaikat dan Singa.
Musisi no-wave / grime / post-punk / xprmntl hip-hop asal Olympia ini
akan tampil di negara yang menjadi salah satu sumber inspirasinya dalam
bermusik.
02. KHURUKSETRA [Jakarta]
Proyek tribal / ethnic influenced drone-doom-black-ambient-harsh-noise bentukan personil Kalimayat dan unit dreampop / slow-core Whisper Desire.
Kolektif ini sudah beberapa kali tampil di Australia dan Singapura.
Pertunjukan terakhir mereka tahun 2009 di Teater Salihara berhasil
membuat banyak orang menobatkan diri sebagai penggemar baru Khuruksetra.
03. SENYAWA {Wukir + Rully Shabara} [Yogyakarta]
Sebuah kelompok musik mahabahaya yang terdiri dari Wukir Suryadi (seorang musisi tradisional asal Malang yang membuat alat musik sendiri yang ia beri nama “Bambuwukir”) dengan Rully Shabara (vokalis dari band math-rock / experimental-rock ternama Yogyakarta, Zoo).
Bersama mereka menciptakan musik yang kental dengan nuansa tribal,
etnik, gelap dan primitif. Rilisan album kolaborasi mereka di Yes No Wave banyak mendapat ulasan positif di berbagai media.
04. SPACE SYSTEM [Jakarta]
Duo eclectic electronic music asal Jakarta. Duo yang menjadi artis andalan di Space Records ini
menggabungkan segalanya, mulai dari: EDM, psychedelic, jazz, funk,
new-wave, dub, world-music sampai experimental music. Sudah merilis
album berjudul Nature pada tahun 2009 juga beberapa single vinyl yang dirilis oleh beberapa label luar negeri. Selain itu Space System juga pernah tampil live di Esplanade, Singapura pada tahun 2010.
05. TERBUJURKAKU [Surabaya]
Musisi electronic yang nyeleneh dan eksentrik asal Surabaya. Terbujur Kaku
banyak bermain di wilayah gabber, jungle, breakcore, crazy drum n bass,
hard house, happy hardcore. Album remix karya Terbujur Kaku berjudul Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore yang dirilis pun menjadi bahan perbincangan dan debat panjang di forum Wasted Rockers,
karena menggabungkan drum n bass / gabber dengan koplo / dangdut
pantura, suatu hal yang tak lazim dilakukan di scene EDM maupun IDM
lokal pada umumnya.
06. VICKYVETTE [Bandung]
Art-rock / neo-prog / space-rock / neo-psychedelia asal Bandung. Band
ini merupakan salah satu finalis festival musik indie ternama Indonesia
beberapa tahun yang lalu. Pada awal tahun 2010 Vickyvette merilis EP berjudul Unconscious Shimmering yang mencuri perhatian beberapa pihak, hingga akhirnya di single-album Into The Universe
yang dirilis enam bulan akhir 2010, musikalitas band ini mendapatkan
pengakuan dari banyak pengamat musik. Penasaran? Unduh albumnya di sini.
Visual by: 20 / 20 SIGHTSCENERY
Sabtu, 8 Oktober 2011
18:00 WIB – selesai
Bara Futsal
(ruang galeri seni)
Jl. Falatehan No.68
Blok M
Jakarta-Selatan
* Lokasi gedung di samping halte busway Terminal Blok M
HTM: Rp10 ribu
Acara ini didukung oleh:
- Yes No Wave
- Space Records
- Provoke! magazine
- Deathrockstar
- Johnny Zebra
- Rebelzine
- Jurnallica
- Addicted Area
- Berisik Radio
- Geeks Bible
- Gigs Play
- Primitif Zine
- Area XYZ
- Bitterdict
[gigsplay]
Burgerkill "Venomous Alive" : We Want More (Like This..!!)
Sekitar sepuluh ribu anak muda berpakaian
hitam-hitam, Sabtu (24/9) memadati stadion Siliwangi Bandung, tentu saja
mereka bukan bermaksud menonton pertandingan sepak bola, tetapi mereka
bermaksud untuk menyaksikan sebuah band yang telah 16 tahun
malang-melintang mengarungi skena musik metal Tanah Air. Adalah
Burgerkill, band yang telah menjadi fenomena global ini, sabtu yang
lalu mengadakan konser tunggal sekaligus perayaan telah diluncurkannya
album baru atau album ke empat mereka yang berjudul “Venomous”.
Dengan tajuk konser “Venomous Alive”, Burgerkill sukses memuaskan
nafsu para begundal akan musik Burgerkill yang belakangan ini begitu
langka untuk didengar dan disaksikan secara live di kota Bandung. Konser dibuka sekitar pukul 15.30 WIB, Man Jasad, selaku Master of Ceremony membukanya
dengan berbagai wejangan dan himbauan untuk para begundal yang hadir di
venue agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya
konser. Setelah itu, dua big screen di kiri dan kanan panggung
memutar video clip single dari album “Venomous” yang berjudul “Only
The Strong”. Riuh-rendah penonton mulai terdengar tak lama setelah video
clip diputar, satu persatu para personil Burgerkill mulai memasuki
panggung yang cukup megah meski didominasi warna hitam.
Tanpa basa-basi mereka langsung menghentak dengan “Age of Versus”
dilanjutkan dengan “Under The Scars”, sontak ribuan begundal yang sedari
siang menunggu, tanpa ragu untuk memulai moshing di arena pit.
Setelah itu, Vicky sang vokalis sembari menghela nafas menyapa puluhan
ribu begundal yang hadir, ia menyatakan sangat senang dan bangga
Burgerkill bisa kembali bermain di Bandung. “Hari ini sangat
bersejarah, karena ini pertamakalinya Burgerkill konser di Bandung
(lagi,red),” ungkap Vicky.
Hari itu memang menjadi hari yang bersejarah nantinya, dimana sebuah
konser metal berhasil kembali digelar di Kota Bandung paska tragedi
AACC. Seperti yang kita ketahui bersama paska tragedi tersebut skena
musik underground khususnya musik metal terkena imbasnya karena
kesulitan untuk mendapatkan ijin dari aparat berwenang untuk membuat
acara di Kota Bandung.
Dalam konsernya kali ini, Burgerkill membawakan banyak lagu dari
album baru “Venomous”, meskipun begitu nomor-nomor andalan dari tiga
album terdahulu mereka seperti “Rendah” (album Dua Sisi, 2000), “Penjara
Batin”, “Tiga Titik Hitam” (album Berkarat, 2003), “Shadow of Sorrow”,
“Darah Hitam Kebencian” (album Beyond Coma And Despair, 2006) mereka
sajikan untuk para begundal. Raungan sound yang begitu menggelegar
mengajak para penonton untuk moshing, crowd surfing, headbanging sampai dengan circle pit
semuanya tercipta dan menjadi wujud keceriaan bagi para begundal akan
konser Burgerkill di sore hari itu. Tanpa ada perkelahian, semuanya
berlangsung aman penuh dengan suka cita.
Stadion Siliwangi dulunya merupakan kandang dari tim Persib Bandung,
lagu “For Victory” dalam konsernya ini Burgerkill persembahkan untuk
tim kebanggaan kota Bandung tersebut dan untuk pendukung setianya
Viking. Lagu penuh semangat yang semakin membakar jiwa para begundal
untuk terus ugal-ugalan.
“Darah Hitam Kebencian”, “Angkuh” dan “We Will Bleed” menjadi sajian
berikutnya, seakan tanpa henti membuat para begundal serasa mempunyai
energi lebih untuk terus beradu fisik di arena pit.
Setelah kurang lebih satu jam begundal-begundal itu ‘dihajar’ oleh
Eben dkk. Kini para begundal dibuat termenung dan penuh rasa haru
ketika dilayar muncul video tentang almarhum Ivan ‘Scumbag’ Firmansyah.
Sosoknya telah lama tiada, tetapi semangatnya masih tetap terasa di
Burgerkill. “Kita yakin Alm. Ivan hadir di tengah-tengah kita saat ini”,
Ujar Vicky sang vokalis dengan rasa haru.
Vicky memberikan warna lain dalam konser ini, setelah penayangan
video tersebut ia memainkan jari-jemarinya diatas tuts piano mengiringi
lagu “Tiga Titik Hitam”, lalu muncullah Fadly vokalis Padi yang dulu
memang featuring dengan Burgerkill dalam album “Berkarat”.
Karakter vokal Fadly yang tinggi dan pembawaannya yang penuh
penghayatan, menciptakaan koor yang luar biasa dari para begundal,
sungguh merinding mendengarnya. Amazing!
Setelah dibawa mengharu-biru oleh Burgerkill, para begundal diajak
untuk kembali liar melalui lagu “Only The Strong”, single dari album
“Venomous” dilanjutkan dengan kemunculan vokalis Seringai Arian 13 yang
membawakan lagu “Atur Aku”, sebuah tembang fenomenal dari band
terdahulunya Puppen yang di aransemen ulang oleh Burgerkill.
Lagu ini merupakan nomor terakhir dari Burgerkill, Arian lalu mengajak
para begundal untuk semakin liar, semakin brutal, walhasil terciptalah
sebuah circle pit berukuran raksasa. Sungguh sore di akhir pekan yang luar biasa!
Suksesnya konser “Venomous Alive” ini semoga menjadi sinyalemen
positif bagi aparat berwenang bahwa konser metal itu damai! tidak selalu
berhubungan dengan kekerasan atau menjadi biang kericuhan. Buktinya
sejak acara dimulai hingga konser selesai, para begundal benar-benar
tertib sampai meninggalkan venue. Dan kedepannya semoga segala perijinan
mengenai event indie / underground dipermudah, serta menjadi trigger bagi event organizer ataupun band lainnya untuk membuat acara yang serupa. WE WANT MORE (LIKE THIS)!!
Teks: Rangga Fajar Nugraha
Foto: Arief Haadi Mulia
Di Amerika, Rilisan Debut RISE TO REMAIN Tertunda
London, Inggris - Debut album RISE TO REMAIN, “City Of Vultures”
memang sudah beredar resmi sejak 5 September lalu namun itu untuk
kawasan Eropa. Untuk wilayah Amerika album milik anak kandung vokalis IRON MAIDEN
tersebut kabarnya kembali ditunda perilisannya menjadi 24 Januari 2012
dari tanggal edar 11 Oktober yang direncanakan sebelumnya.
Mungkin mengingat nama besar Bruce Dickinson, RISE TO REMAIN
sering dianggap sebagai salah satu band metal Inggris yang akan dapat
berbuat banyak di scene metal dunia. Apalagi di jejaring media twitter,
band bervokaliskan Austin Dickinson itu tahun lalu beberapa kali muncul
sebagai trending topic.
Bukan hanya itu, Metal Hammer Golden Gods memberi penghargaan sebagai
“Best New Band” sedangkan Kerrang! Awards memberi kampiun sebagai “Best
British Newcomer”.
“Aku harap banyak orang suka dengan album ini terutama dari rilisan
band muda karena diluar sana memang sudah banyak yang melakukannya,”
kata Dickinson.
“City Of Vultures” diproduseri Colin Richardson,
orang yang memang sudah pengalaman menangani beberapa album band metal
papan atas diantaranya milik SLIPKNOT dan juga AS I LAY DYING. Album ini berisi 12 lagu termasuk satu intro dengan total durasi sekitar 45 menit.
Untuk pendengar metal Indonesia, jika masih ingat konser IRON MAIDEN awal tahun lalu di Jakarta tentu nama RISE TO REMAIN menjadi tidak asing karena mereka menjadi pembuka tunggal di event yang digelar di Pantai Karnaval Ancol tersebut. Selain itu RISE TO REMAIN juga terbilang kenyang pengalaman panggung karena pernah menggelar tur Eropa bersama IRON MAIDEN, BRING ME THE HORIZON, BULLET FOR MY VALENTINE dan beberapa band penting lainnya termasuk tampil di Download Festival dan Sonisphere Festival.
Tuesday, September 27, 2011
Kabar OBSCURA Tampil Di Dubai
Dubai – Band progressive death metal Jerman, OBSCURA untuk pertama kalinya tampil di Dubai sebagai bagian tur Asia Tenggara & Timur Tengah mereka sekaligus mendukung penjualan album baru, “Omnivium“.
Dan berikut foto-foto live mereka ketika tampil di Dubai yang diposting dari roldanmacanhiya. Jangan lupa OBSCURA juga
akan tampil di Medan tanggal 1 Oktober nanti tepatnya di Tapian Daya,
Pondok Kelapa (PRSU) Medan dengan tiket Rp.125.000.- on the spot. Akan
ada juga band pembuka yakni FOREDOOM, CRANIUM dan DJIN.
[berontakzine.com]
Monday, September 26, 2011
Karawang Metal Fest #3 "Siapa Bilang Kami Sudah Mati..?"
Saya mohon maaf sebelumnya karena
baru ngereview acara Karawang Metal Fest
#3 minggu 18 September 2011, ok langsung aja bray…!!
Seperti biasa acara molor sampai
12.30 siang dari semula di jadwalkan pukul 10.00, di karenakan kurang professionalnya band peserta yang bermain di
awal acara, kurang lebih hampir pukul
13.00 acara baru di mulai walau cuaca agak panas (bukan agak lagi tapi
puuanass), pada akhirnya Opposite Day salah satu band Hardcore
karawang membuka gelaran Karawang Metal
Fest #3 dengan mengusung 3 buah lagu, di lanjutkan dengan Fuck
My head.
Cuaca agak redup dan awan menjadi
mendung yang cuma sebentar dan hujan pun tak jadi turun.. huh.. (tapi repot
juga kalo hujan), disusul oleh Karat (Bukan Karinding Attack-Bandung) dengan kostum bertopeng, setelah Karat ada The Last Burning di belakang mereka ada Butterlies dua cover dari Lamb of God di libasnya, di lanjut band dengan nama
yang unik Aya Aya Wae yang
lumayan membuat penonton berkumpul di
tengah-tengah mosh pit.
Menjelang sore ada Brain
Disorder menghantam beberapa cover dari Burgerkill setelah itu ada band
brutal death metal dari Jakarta Devour The Damned langsung
menghentakan beberapa lagunya, suasana sore dan tidak terlalu panas para metal
head di suguhi oleh tontonan kesenian sunda yang di bawakan oleh teman-teman
dari Sapu
Jagad seperti Celempung, Karinding, Suling yang membuat acara Karawang Metal Fest #3 berbeda dari
sebelumnya, selanjutnya ada band deathmetal dari bekasi Decry Victims di ikuti
oleh Babi
Muntah salah satu band Brutal Deathmetal yang ada di Karawang, di
penghujung sore sebelum rehat maghrib ada Symphony Hitam dan setelah itu acara
rehat kurang lebih 1,5 jam dan di mulai kembali pukul 19.30 WIB.
Setelah Rehat yang cukup lama
acara di lanjut kembali dengan penampilan pertama dari Riewa di geber kembali
oleh
Jeproot di lanjut oleh Jeritan Iblis di susul kembali oleh band Old school Hardcore
Karedock
leunca selanjutnya ada band nyiksa diri di hantam kembali di hari
yg sudah semakin gelap oleh Before Tomorrow berlanjut lagi dari
penampilan Nerro.
Setelah penampilan dari Nerro
penampilan dari Beside band metal dari bandung dengan promo lagu barunya
membuat suasana menjadi kian mantap setelah beside ada Pantoera band progressive
metal yg di tunggu tunggu dari tadi oleh para metal head karawang dengan single
covernya “Jablay From Hell” di lanjut oleh band death metal yg sudah malang
melintang di dunia bawah tanah Kolobos
5 lagu di suguhkan dengan brutal.
Akhirnya jam sudah menunjukan
pukul 10.30 WIB dan Karawang Metal Fest
#3 pun berakhir acara yg membuat komunitas di karawang tetap bertahan dan
mdah-mudahan acara seperti ini terus berlanjut di daerah-daerah karawang dan
sekitarnya sampai ketemu lagi di acara metal fest selanjutnya di kota karawang….
Keep support your local scene… salut buat anak-anak karawang
Subscribe to:
Posts (Atom)



.jpg)









